header-int

Sejarah IKMAPEDA

Posted by : Administrator
Share

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember adalah salah satu kampus di kota Pandalungan (Jember) yang memiliki beberapa fakultas, diantaranya yaitu fakultas Dakwah. Fakultas Dakwah sendiri memiliki empat prodi (Program Studi), salah satunya Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). Program studi Bimbingan dan Konseling Islam adalah suatu prodi yang mempelajari tentang bimbingan dan konseling, psikologi dan diffrent ability. BKI memiliki suatu kelompok mahasiswa yang ramah difabel. Kelompok tersebut bernama Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan Anak (IKMAPEDA) .

IKMAPEDA merupakan nama induk dari Squad Sibi, terdiri dari sekelompok mahasiswa yang mempelajari dan menampilkan cover lagu-lagu menggunakan gerakan bahasa isyarat SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Squad Sibi sering tampil di acara BKI seperti Festival ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), Dies Maulidiah BKI, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019, Masa Keakraban (Makrab) BKI 2019, dan tampil di acara gerakan 3 desember pada Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2019.

IKMAPEDA bukan hanya memiliki Squad Sibi bagi teman tuli, namun ada juga untuk teman netra dan teman daksa. Teman-teman different ability tidak untuk dikasihani melainkan mereka butuh diberi kesempatan untuk berkreasi dan berprestasi demi mencapai tujuan dan cita-cita mereka, sama seperti yang lain yaitu patut mendapatkan hak yang sama.

Sesuai dengan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, IKMAPEDA juga  mempunyai kemampuan dalam memberikan bantuan konseling. Bimbingan dan konseling Islam adalah proses bantuan yang diberikan oleh konselor untuk konseli agar dapat menyelesaikan masalahnya secara mandiri dan tentunya menggunakan metode tertentu sesuai dengan permasalahan, kondisi, serta kebutuhan dari konseli dengan menggunakan cara islami.

Melalui IKMAPEDA pertama diharapkan teman-teman different ability dapat terbantu dan mereka mempunyai kesempatan sama seperti orang-orang normal pada umumnya, dalam hal ini IKMAPEDA tidak memandang fisik dan mental, bersama saling merangkul dan mendukung sebab kekurangan yang sesungguhnya adalah kelebihan yang tidak dimanfaatkan sebaik-baiknnya. Kedua, anak yang merupakan suatu warisan perlu diperhatikan, dalam hal ini diharapkan anak-anak milenial dapat menjadi anak-anak yang mampu mengembangkan potensinya dengan baik, mandiri, dan dapat memfilter baik buruknya suatu berita ataupun permasalahan. Ketiga, diharapkan teman-teman yang memiliki masalah dan membutuhkan solusi dapat terbantu dengan adanya Bimbingan Konseling Islam.

Adanya IKMAPEDA diharapkan dapat membantu individu mewujudkan dirinya menjadi individu yang mandiri dan menjadi manusia seutuhnya agar tercipta kehidupan yang bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. IKMAPEDA dalam hal ini dapat membantu seseorang atau individu dalam memelihara, mengembangkan dan memfilter situasi serta kondisi yang baik agar tetap menjadi baik atau bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Lahirnya IKMAPEDA

Ikatan Mahasiswa Peduli Difabel dan anak  (IKMAPEDA) merupakan kelanjutan dari komunitas Squad Sibi yang ada di prodi Bimbingan Konseling Islam IAIN Jember. Sejak Squad Sibi berdiri pada 2018 lalu, para anggotanya dibawah binaan Suryadi M.Pd. berusaha untuk tetap memepertahankan keeksisannya. Cikal bakal IKMAPEDA bermula ketika anggota Squad Sibi ingin diakui keberadaannya. Kekhawatiran mereka hanya dianggap ketika dibutuhkan lalu dilupakan setelah acara selesai dilaksanakan menambah spirit agar Squad Sibi segera diresmikan.

IKMAPEDA seperti halnya Squad Sibi percaya bahwa para difabel mampu untuk berkarya dan berprestasi seperti orang pada umumnya. Mereka tanpa memandang fisik dan mental, bersama saling merangkul dan mendukung sebab kekurangan yang sesungguhnya adalah kelebihan yang tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Menggendong tujuan mulia yaitu ingin mensyiarkan  lingkungan yang ramah  difabel dan anak, serta membantu teman-teman yang mengalami masalah, mereka  dengan gigih memperjuangkan keberadaannya. Motivasi lain yang juga terus diperjuangkan ialah prodi BKI memiliki hal yang berbeda dengan prodi lain. Adanya IKMAPEDA diharapkan menjadi salah satu icon BKI IAIN Jember yang mampu membawa kemanfaatan melalui berbagai program kerjanya.

Kamis, 12 Desember 2019 tepatnya jam 12.00 akan menjadi salah satu catatan paling bersejarah karena IKMAPEDA akan diresmikan pada tanggal tersebut. Saat ini IKMAPEDA dipimpin oleh Ainun Norma Aida didampingi Abdul Rosyid Darsono sebagai wakilnya. Sekretaris terdiri dari Indah Wulan Cahyani dan Afif Ainis Sayyida. Sedangkan posisi bendahara menjadi tanggung jawab Firda Harisqa. Bagian riset dan pengembangan ilmu diamanahkan kepada Ayu Puspita Sari dan Nurfita Damayanti. Tidak kalah penting dalam kepengurusan ialah kaderisasi yang meliputi Faiqotul Muhimmatil Udhiah, Nita Chandra Lestari, dan Ilmiatin Hasanah. Nara hubung dan  perluasan jaringan yang tergabung dalam devisi humas terdiri dari Nabela Aulia Nuzlul Quruandina, M. Riski Mubarok, dan Fatimatuzzahro. Bagian penting dalam suatu komunitas ialah anggota yang saat ini terdiri dari Salman Faris Rusdiyanto, Anisatus Sholehah, Mutmainnatun Choirun Nissa, Risalatul Maslikha, dan Laila Fitria.

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2022 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube